Dampak Negatif Penggunaan Gadget Secara Berlebihan Terhadap Kesehatan Mental Siswa Kelas XI MIPA 1 SMA Panjura.

  Seiring dengan perkembangan zaman dan pesatnya perkembangan teknologi komunikasi, manusia dapat melakukan komunikasi jarak jauh dengan berbagai alat atau sarana. Salah satu alat komunikasi yang banyak digunakan saat ini adalah gadget. Penggunaan gadget memiliki dampak positif maupun negatif. Namun, jika penggunaannya berlebihan akan menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan mental, salah satunya yaitu kecanduan gadget. Siswa yang kecanduan gadget dapat merusak kesehatan mentalnya seperti hambatan sosialisasi, siswa yang menjadi temperamental, hingga terjadinya kerusakan saraf, hal tersebut dibuktikan pada berita "Gadget Ancam Pertumbuhan Mental Siswa" yang dikutip oleh RSUD Dr. Darsono Pacitan. Oleh karena itu, penulis akan fokus membahas dampak negatif penggunaan gadget secara berlebihan terhadap kesehatan mental siswa kelas XI MIPA 1 di SMA Panjura. 

  Gadget adalah perangkat teknologi portabel yang memungkinkan pengguna untuk terhubung dengan dunia secara digital, memberikan kemudahan dalam mengakses informasi, berkomunikasi dengan orang lain, dan melakukan berbagai aktivitas online (Mulyani, 2022). Beberapa contoh gadget yang paling umum digunakan oleh masyarakat saat ini adalah smartphone, tablet, laptop, dan smartwatch. Meskipun gadget memiliki banyak sekali manfaat bagi siswa, sayangnya penggunaan gadget yang berlebihan dapat berdampak negatif pada kesehatan mental dan fisik pengguna terutama pada siswa. 

  Kesehatan mental adalah keadaan di mana seseorang dapat mengatasi tekanan dan tantangan dalam kehidupan sehari-hari, memenuhi kebutuhan emosional dan sosialnya, dan menjalani kehidupan yang bahagia dan bermakna (Hariyanto et al., 2016). Salah satu dampak negatif penggunaan gadget yang berlebihan pada kesehatan mental siswa yaitu kecanduan gadget. Kecanduan adalah perilaku ketergantungan pada suatu hal yang disenangi (Cooper, 2000). Menurut Hovart (1989) kecanduan tidak hanya terhadap zat adiktif saja tapi juga aktivitas tertentu yang dilakukan berulang-ulang dan menimbulkan dampak negatif.

  Siswa yang mengalami kecanduan gadget akan merasa lebih baik sendiri daripada berkumpul dengan orang terdekat mereka. Pada saat berkumpul dengan temannya siswa akan memilih untuk bermain gadget daripada bermain dan berbincang bersama temannya. Siswa tidak mampu bersosialisasi dengan baik dan merasa cemas jika tidak bermain gadget dalam sehari. Hal ini sesuai yang disampaikan oleh (Utami & Thohir, 2022) dampak kecanduan akan mengganggu perkembangan psikologis dan sosial siswa, serta dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan mental seperti stress dan kecemasan. 

  Kecanduan bermain gadget akan membuat siswa merasa tidak percaya diri misalnya, penggunaan media sosial yang berlebihan dapat membuat seseorang merasa cemas atau tidak aman karena perbandingan sosial. Adanya hate speech di media sosial akan membuat siswa rentan mengalami gangguan kesehatan mental. Sebab, mereka akan terus memikirkan komentar tersebut dan memunculkan perasaan insecure dan depresi. Hal ini dibuktikan pada berita "Bahaya Hate Speech di Media Sosial, Sebabkan Trauma hingga Bunuh Diri." yang dikutip oleh iNews. id.

  Penggunaan gadget yang berlebihan dapat menyebabkan gangguan tidur, karena cahaya yang dipancarkan oleh layar gadget dapat mengganggu ritme sirkadian manusia. Hal ini dapat mengganggu kualitas tidur dan menyebabkan kelelahan dan kantuk pada siang hari sehingga kemungkinan besar siswa akan tidur di kelas pada saat jam pembelajaran. Selain itu, penggunaan gadget juga dapat mengganggu kemampuan seseorang untuk berkonsentrasi dan fokus pada tugas-tugas yang harus diselesaikan. Hal ini disebabkan oleh distraksi yang timbul dari penggunaan gadget, seperti notifikasi dari media sosial atau pesan masuk yang mengganggu konsentrasi kita (Tirtayanti, 2021). 

  Berdasarkan hasil observasi penulis terhadap siswa kelas XI MIPA 1, sebanyak 80% dari 20 siswa mengalami kecanduan gadget. Dimana gangguan kualitas tidur dan gangguan kemampuan berkonsentrasi merupakan masalah yang sering mereka alami. Berdasarkan survei tersebut diketahui bahwa sebanyak 60% siswa mengalami kesulitan tidur sehingga merasa kantuk di sekolah. Hal tersebut berdampak pada konsentrasi belajar siswa. Selain itu berdasarkan survei diketahui sebanyak 55% siswa merasa tidak percaya diri serta sebanyak 20% siswa mengalami hambatan sosialisasi.

  Sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan gadget yang berlebihan dapat berdampak negatif pada kesehatan mental seperti, kecanduan gadget, kurangnya interaksi sosial, gangguan tidur, dan stress. Dampak negatif tersebut akan mempengaruhi kesehatan mental siswa, seperti menurunnya tingkat konsentrasi, menurunnya sikap percaya diri, meningkatnya kecemasan dan depresi, serta menurunnya tingkat kebahagiaan. Oleh karena itu, perlu ada pengawasan dan pembatasan yang tepat dalam penggunaan gadget oleh siswa serta memberikan alternatif kegiatan yang dapat meningkatkan kesehatan mental siswa. Alternatif tersebut antara lain olahraga, memperkaya pengetahuan melalui membaca buku dan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler yang sesuai dengan minat siswa.


Daftar Pustaka:

Mulyani, Rike. 2022. Dampak Penggunaan Gadget Terhadap Kesehatan Mental Pada Santri Madrasah Takhasus Tahfidz Qur'an Al-husna Tuksari Kecamatan Losari Kabupaten Cirebon. Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon [online]https://repository.syekhnurjati.ac.id/8220/

Hariyanto, K. D., Naryoso, A., & Sos, S. 2016. Pengaruh intensitas mengakses fitur-fitur gadget dan tingkat kontrol orang tua terhadap kesehatan mental remaja. Neliti.com [online]https://www.neliti.com/id/publications/185448/pengaruh-intensitas-mengakses-fitur-fitur-gadget-dan-tingkat-kontrol-orang-tua-t

Hovart. 1989. Definisi Kecanduan. Psychologymania [online]https://www.psychologymania.com/2012/12/definisi-kecanduan.html?m=1

Cooper. 2000. Definisi Kecanduan. Psychologymania [online]https://www.psychologymania.com/2012/12/definisi-kecanduan.html?m=1

Utami, I. H. P., & Thohir, M. A. 2022. Pengaruh Pendampingan Orang Tua Terhadap Kesehatan Mental Siswa Sekolah Dasar Dalam Pembelajaran Jarak Jauh. JKPD (Jurnal Kajian Pendidikan Dasar). [online]https://jurnal.uns.ac.id/SHES/article/download/82844/43959

Tirtayanti, S. 2021. Pengaruh Penggunaan Gadget Terhadap Perkembangan Psikososial Pada Anak Sekolah Dasar. Masker Medika. [online]https://doi.org/10.52523/maskermedika.v9i2.463


Komentar